Kamis, 24 Oktober 2013

Naik Transportasi Umum


Jakarta, Ibu kota Indonesia yang sudah terkenal dengan berbagai macam karakternya di Dunia. Mulai dari di mana Jakarta adalah pusat pemerintahan Indonesia, banyak sekali gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Selain itu, Jakarta juga terkenal dengan kemacetannya dan langganan banjirnya. Di sini gw ingin menulis mengenai pengalaman dan sepengetahuan gw tentang Angkutan Umum di Jakarta dan di kota lain (ketika saya bepergian ke suatu tempat). gw dahulunya adalah seorang yang memang gemar menggunakan angkutan umum namun beberapa waktu yang lalu gw selalu menggunakan motor pribadi ketika gw hendak pergi ke mana pun di jakarta, namun dipertengahan tahun ini gw pun kembali menggunakan kendaraan umum, karena motor dua tag yang sebelumnya gw gunakan sudah gw jual untuk membayar hutang Ibu gw kepada seseorang yang bawel banget nagih hutang terus.hihi curcol... tapi gak apa-apa, gak pernah ada rasa menyesal dalam hidup gw karena tidak menggunakan motor lagi. Mulai dari situlah gw selalu menggunakan kendaraan umum apabila hendak pergi ke mana-mana.

Rumah gw ada di daerah pinggiran kota Jakarta berdekatan dengan kota Bekasi. Gw ini seorang pedagang tapi dagangnya lewat Internet jadi gw punya banyak waktu luang namun gw juga orangnya gak betahan di rumah dalam waktu berhari-hari, gw berkecimpung di dalam komunitas yang sesuai hobi gw yaitu Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, nah dari komunitas itu yang punya basecamp di Planetarium Jakarta di daerah Cikini sana, gw sering ke sana, ke sana gw menggunakan angkutan umum seperti Metro Mini, TransJakarta, dan Kopaja.

Selama perjalanan menggunakan Transportasi darat itulah gw banyak melihat atau mengalamai kejadian-kejadian hirukpikuk di dalam kendaraan umum, inilah yang akan gw ceritakan di sini.
Metro Mini, kalau mendengar kata metro mini yang gw bayangin adalah warnanya orange, asepnya ngebul, pengamennya banyak, supirnya orang batak. :D Setiap gw naek metro mini tempat duduk yang gw prioritasin pasti di deket pintu, selain biar mudah kalau mau turun dan juga bisa merasakan angin sepoy-sepoy yang menurut gw itu asyiik banget, sering banget juga gw selalu ditemani oleh pengamen-pengamen jalanan yang kadang-kadang mintanya kasar/maksa ada juga yang sopan banget (yang begini gw ngasih lebih dari Rp1,000,- gw ikhlas), kemudian dari sisi penumpangnya kebanyakan penumpangnya bergaya standart sama kaya gw, kalau nyentrik/glamour mah gak naek metro mini kali ya? hihi..
Pernah ketika naek metro mini gw hampir aja kecopetan, waktu itu gw lelah banget terus gw tertidur gitu, ketika bangun tiba-tiba ada tangan sedang merogok tas gw, reflek gw tepak tangannya, dari situ gw gak-gak lagi deh tidur di metro mini tapi gw pindah tidurnya di TransJakarta.hihii..

Sering banget gw naek TransJakarta atau kalau orang-orang menyebutnya busway, padahal ini salah banget kalau kita ngecek artinya. TransJakarta diperkirakan akan memperkecil kemacetan yang ada di Jakarta pada awal-awal peluncuran transportasi massal ini, namun pada kenyataannya gak semudah itu, kemacetan terus terjadi di Jakarta, dan yang gak asiiknya naek TJ itu pasti berdesak-desakan apabila penumpang sedang ramai-ramainya.

Dari keseringannya naek Angkot gw jadi ngeliat banyak karakter orang di dalam bus atau di jalanan, ada yang baik, pura2 tidur, judes, galak, SKSD ampe yang jahat. Pernah gak kamu dicopet? gw yakin jawabannya pernah, bahkan ada yang berkali-kali dicopet. Gw pun pernah seperti yang gw ceritain di atas, dari situ gw jadi tau ciri-ciri pencopet itu seperti apa.

So, buat kamu yang suka atau emang sering berpergian menggunakan angkutan umum berhati-hatilah, kejahatan itu ada di mana-mana. Hati-hati berdekatan dengan seseorang yang menggendong tas nya di depan itu salah satu ciri-ciri copet walaupun gak semua seperti itu, namun berhati-hati gapapa kan, wajib malah.


Terakhir untuk kamu:





0 komentar:

Posting Komentar